Sri mulyani juga menjelaskan bahwa pada dasarnya kemenkeu sudah melaksanakan

Untuk hal tersebut sri mulyani menilai bahwa pola kerja tersebut sangat perlu untuk dibarengi dengan desain sistem kerja insensif yang disesuaikan dengan perubahan jam kerja dan juga tempat kerja yang membuat sistem semaki fleksibel.

Hal tersebut juga akan mempengaruhi beberapa hal seperti dalam mendesain suatu sistem reward dan juga punishment untuk mengukur seluruh pegawai pada kemenkeu. Hal tersebut akan melahirkan pemikiran bagaimana sistem insensif harus didesain.

Selain itu desain insensif tersebut terkait adanya perubahan fleksibel working hour dan juga working places yang dapat menyebabkan PNS fokus dalam deliverable tentang apa yang dicapai daripada melihat suatu proses tempat umum atau waktunya mengerjakan pekerjaan tersebut.

Sri mulyani juga menjelaskan bahwa pada dasarnya kemenkeu sudah melaksanakan tranformasi digitalisasi dan sistem kerja yang fleksibel. Fleksibiltas sistem kerja tersebut dalam hal ini selain pada waktu dan juga tempat kerja yang fleksibel beberapa ruangan kantor kemenkeu juga berubah.

Perubahan ruangan kantor tersebut menjadi coworking space atau juga ruang kerja bersama. Jadi sistem a new ways of working tersebut pada saat ini menjadi dasar sistem yang telah dikerjakan. Hal tersebut mengakibatkan perubahan cara kerja dan juga suasana kerja pada kemenkeu.

Kantor kantor tersebut diubah menjadi tempat untuk berkerja yang dapat di share atau dibagikan. Hal tersebut menjadi tidak berdasarkan ruang sendiri, meja sendiri tetapi dilakukan dengan berbagi sehingga aktivitas dapat dilakukan secara bersama.

Selain itu sri mulyani juga mengatakan bahwa pihaknya telah membuat berbagai reformasi pada sistem tersebut. Reformasi tersebut diantaranya adalah membuat satellite office agar karyawan dapat berkerja di kantor tanpa harus datang ke kantor masing masing.

Dalam hal ini karyawan yang tinggal pada daerah sub urban dapat berkerja di satellite office sehingga akan mengurangi traffic mereka dan pada work life balance juga lebih baik

Demikian informasi mengenai PNS Bakal Lembur Karena Kebijakan Ini

Mengenal Lebih Dalam Penggunaan Capaian Pembelajaran (CP) di Kurikulum Merdeka!
Capaian pembelajaran (CP) adalah kompetensi minimum yang harus dicapai peserta didik untuk setiap mata pelajaran.

CP dirancang dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi, sebagaimana Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI-KD) dalam Kurikulum 2013 dirancang.

Capaian Pembelajaran merupakan pembaharuan dari KI dan KD, yang dirancang untuk terus menguatkan pembelajaran yang fokus pada pengembangan kompetensi.

Kurikulum 2013 bahkan kurikulum nasional yang terdahulu sudah ditujukan untuk berbasis kompetensi, sehingga kurikulum ini meneruskan upaya tersebut.

Dalam CP, strategi yang semakin dikuatkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan https://dokteranak.org/ mengurangi cakupan materi dan perubahan tata cara penyusunan capaian yang menekankan pada fleksibilitas dalam pembelajaran.

Perubahan lain yang signifikan dari KI-KD menjadi CP adalah format penulisan kompetensi yang ingin dicapai serta rentang waktu yang ditargetkan untuk mempelajarinya.

Dalam KI-KD Kurikulum 2013, kompetensi-kompetensi yang dituju disampaikan dalam bentuk kalimat tunggal yang disusun dalam poin-poin.

Target kompetensi tersebut kemudian ditargetkan untuk dicapai dalam rentang waktu satu tahun ajaran.